Materi
Grafik y = sin x berulang setiap 2π, naik-turun di antara −1 dan 1. Pengulangan inilah yang membuat fungsi trigonometri dipakai untuk pasang surut, putaran roda, dan getaran. Rumus umumnya y = A sin(Bx) + D, dan setiap huruf mengubah satu ciri grafik.
| huruf | ciri | contoh y = 3 sin(2x) + 5 |
|---|---|---|
| A | amplitudo |A|: jarak puncak dari garis tengah | 3 |
| B | periode 2π/B: panjang satu gelombang | π |
| D | garis tengah y = D | y = 5 |
| — | tertinggi D + |A|, terendah D − |A| | 8 dan 2 |
Ketinggian kursi bianglala mengikuti pola ini. Kursi berputar mengelilingi poros, sehingga tinggi porosnya menjadi garis tengah, jari-jari roda menjadi amplitudo, dan waktu satu putaran menjadi periode. Model untuk kursi yang mulai di titik terendah ditulis dengan kosinus bertanda negatif, karena −cos 0 = −1 menempatkan kursi di bawah garis tengah saat t = 0.
Grafik kosinus berbentuk sama dengan grafik sinus, hanya bergeser: cos x = sin(x + π/2). Puncak kosinus berada di x = 0, sedangkan puncak sinus di x = π/2.