Contekan · 15 lembar · 508 baris
Rumus, pintasan, dan perintah yang paling sering dipakai
Tiap baris menaut ke pelajaran yang melatihnya. Buka satu lembar untuk mencetaknya dan menempelnya di samping layar.
291 baris cocok di 15 lembar
Ctrl + DMenyalin isi sel di atas ke sel terpilih (Down). Rumusnya ikut menyesuaikan referensi relatif.
Latih: Menyalin rumus, referensi relatif, dan seriCtrl + Alt + VTempel khusus: pilih Nilai untuk membuang rumus, atau Format untuk menyalin tampilannya saja.Dipakai saat hasil rumus harus dikirim tanpa rumusnya.
Latih: Referensi campuran dan tabel tarifAlt + =Menyisipkan SUM atas rentang di atas atau di kiri secara otomatis.
Latih: Menjumlahkan banyak sel dengan SUMCtrl + `Berganti antara menampilkan hasil dan menampilkan rumus di seluruh lembar. Cara tercepat memeriksa lembar orang lain.
Latih: Membaca pesan error: #DIV/0!, #VALUE!, #NAME?, #REF!Ctrl + Shift + #Format tanggal singkat. Kalau hasilnya tetap teks rata kiri, isinya memang bukan tanggal.
Latih: Tanggal sungguhan dan teks yang mirip tanggal
a × b = tetapPerbandingan berbalik nilai: makin banyak pekerja, makin sedikit waktunya. Hasil kalinya yang tetap.
Latih: Mengenali senilai dan berbalik nilaiLuas segitiga = ½ × alas × tinggiTingginya tegak lurus terhadap alas yang dipilih, bukan sisi miringnya.
Latih: Segitiga, jajar genjang, dan trapesiumLuas trapesium = ½ × (a + b) × ta dan b adalah dua sisi yang sejajar.
Latih: Segitiga, jajar genjang, dan trapesiumKeliling lingkaran = 2πr · Luas = πr²Keliling memakai jari-jari pangkat satu, luas memakai pangkat dua — itu pembeda yang paling sering tertukar.
Latih: Lingkaran: keliling dan luasc² = a² + b²Teorema Pythagoras, hanya berlaku pada segitiga siku-siku; c adalah sisi terpanjang.3 dan 4 → c = 5, dipakai tukang untuk memastikan sudut benar-benar siku.
Latih: Teorema Pythagoras dan tripel yang sering munculVolume tabung = πr² × tLuas alas dikali tinggi — pola yang sama berlaku untuk prisma apa pun.
Latih: Tabung: volume dan luas permukaanJangkauan antar-kuartil = Q3 − Q1Sebaran setengah data tengah; tidak terpengaruh nilai ekstrem seperti jangkauan biasa.
Latih: Kuartil dan jangkauan antar-kuartilP(kejadian) = hasil yang diharapkan ÷ seluruh hasil yang mungkinNilainya selalu antara 0 dan 1. Frekuensi harapan = peluang × banyak percobaan.
Latih: Peluang kejadian tunggal dan frekuensi harapanNilai akhir majemuk = P × (1 + r/n)^(n×t)n adalah berapa kali bunga ditambahkan dalam setahun. Makin sering, makin besar hasilnya.
Latih: Bunga majemuk dan jaraknya dari bunga sederhanaAngsuran = P × i ÷ (1 − (1 + i)^−n)Rumus anuitas; i adalah bunga per periode, n jumlah periode. Di spreadsheet ini fungsi PMT.
Latih: Rumus anuitasa(b + c) = ab + acSifat distributif — dasar untuk menjabarkan dan memfaktorkan kembali.
Latih: Mengalikan bentuk aljabarYang dilakukan pada satu ruas dilakukan pada ruas lainItu satu-satunya aturan memindah ruas; tanda berubah karena operasinya dibalik, bukan karena hafalan.
Latih: Memindahkan ruas tanpa salah tandaTitik puncak x = −b ÷ 2aSumbu simetri parabola; nilai maksimum atau minimumnya didapat dengan memasukkan x itu ke rumusnya.
Latih: Titik puncak dan sumbu simetri
Markup = (jual − modal) ÷ modal · Marjin = (jual − modal) ÷ jualSelisihnya sama, penyebutnya berbeda. Markup dibagi modal, marjin dibagi harga jual, sehingga marjin selalu lebih kecil dari markup pada barang yang sama.Modal 60.000, jual 100.000 → markup 66,7%, marjin 40%.
Latih: Markup dan marjin: penyebutnya berbedaHarga impas = (modal + kemasan) ÷ (1 − persen biaya platform)Biaya platform marketplace dipotong dari harga jual, jadi persennya tidak ditambahkan ke modal. Untuk target marjin m terhadap harga jual, pembaginya menjadi (1 − persen biaya platform − m).Modal 18.000 + kemasan 2.000, biaya platform 10% → harga impas 20.000 ÷ 0,9 = Rp22.222.
Latih: Harga jual dari modal, kemasan, dan biaya platformMarjin kontribusi per unit = harga jual − biaya variabel per unitSisa tiap unit untuk menutup biaya tetap. Rasionya dibagi harga jual, bukan modal.
Latih: Marjin kontribusi per unit dan rasionyaBEP unit = biaya tetap ÷ marjin kontribusi per unitBerapa unit harus terjual sebelum usaha berhenti rugi. Dibagi marjin kontribusi, bukan harga jual.
Latih: Titik impas dalam unit dan dalam rupiahBEP dengan target laba = (biaya tetap + laba yang diinginkan) ÷ marjin kontribusi per unitTarget labanya diperlakukan seperti biaya tetap tambahan.
Latih: Titik impas dengan target labaMarjin keamanan = penjualan − penjualan impasSeberapa jauh penjualan boleh turun sebelum menyentuh titik impas; dinyatakan dalam rupiah atau persen terhadap penjualan.
Latih: Marjin keamananROI = laba ÷ modal yang ditanam · Masa balik modal = modal awal ÷ arus kas bersih per periodeMasa balik modal mengabaikan nilai waktu uang, jadi dua tawaran dengan masa balik sama belum tentu setara.
Latih: ROI dan masa balik modalTingkat konversi = jumlah konversi ÷ jumlah pengunjung × 100Bagian pengunjung yang melakukan tindakan yang diinginkan.
Latih: Metrik kampanye yang bisa dihitungBiaya per akuisisi = belanja kampanye ÷ jumlah konversiRupiah yang dikeluarkan untuk satu konversi. Pembaginya konversi, bukan klik.
Latih: Metrik kampanye yang bisa dihitungROAS = pendapatan ÷ belanja iklanMemakai pendapatan, bukan laba — sehingga modal barangnya belum dikurangkan dan ROAS 3 belum tentu untung.
Latih: Metrik kampanye yang bisa dihitungEngagement rate per jangkauan = interaksi ÷ jangkauan × 100Interaksi (suka, komentar, bagikan, simpan) dibagi jumlah akun yang melihat unggahan. ER yang dibagi tayangan memakai penyebut lain, jadi keduanya tidak boleh dibandingkan.600 interaksi dari jangkauan 8.000 akun → ER 7,5%.
Latih: Jangkauan, engagement rate, CTR, dan pertumbuhan pengikutNilai pesanan rata-rata = omzet ÷ jumlah pesananDua siaran atau kampanye beromzet sama bisa berasal dari banyak pesanan kecil atau dari sedikit pesanan besar.
Latih: Omzet per jam dan nilai pesanan rata-rataPangsa pasar = penjualan kita ÷ penjualan seluruh kategoriPenjualan naik belum tentu pangsa naik: kalau pasarnya tumbuh lebih cepat, pangsanya justru turun.
Latih: Pasar sasaran dan pangsa pasarBiaya peluang = nilai alternatif terbaik yang dilepasBukan jumlah semua pilihan yang tidak diambil, hanya yang terbaik di antaranya.
Latih: Biaya peluang dan cara menghitungnyaKeseimbangan pasar: Qd = QsSamakan kedua persamaan untuk mendapat harga keseimbangan, lalu masukkan kembali untuk mendapat jumlahnya.
Latih: Menghitung keseimbangan pasar dari dua persamaanElastisitas metode titik tengah = (ΔQ ÷ rata-rata Q) ÷ (ΔP ÷ rata-rata P)Memakai rata-rata sebagai penyebut, sehingga hasilnya sama walau arah perubahan harganya dibalik.
Latih: Elastisitas harga permintaan dengan metode titik tengahLaju inflasi = (indeks baru − indeks lama) ÷ indeks lama × 100Selisih dua angka indeks bukan laju inflasi; selisih itu harus dibagi indeks lamanya dulu.
Latih: Indeks harga dan laju inflasi dari keranjang barangPDB = C + I + G + (X − M)Konsumsi, investasi, belanja pemerintah, dan ekspor dikurangi impor. Pembayaran alih tidak masuk.
Latih: PDB dan komponen sisi permintaannyaHarta = utang + modalPersamaan akuntansi. Tiap transaksi menjaga kedua ruas tetap sama besar.
Latih: Persamaan akuntansiRentang kendaliBanyaknya bawahan langsung satu penyelia. Rentang sempit menghasilkan struktur tinggi dengan banyak tingkat; rentang lebar menghasilkan struktur datar.
Latih: Rentang kendali: menghitung penyelia dan tingkatJalur kritis = jalur terpanjang dalam jaringan kegiatanPanjangnya menentukan durasi proyek. Kegiatan di luar jalur kritis punya kelonggaran dan boleh molor sebanyak itu tanpa menunda proyek.
Latih: Jalur kritis dan durasi proyekRun rate = realisasi ÷ hari kerja berjalan × hari kerja sebulanPerkiraan penjualan akhir bulan bila kecepatan menjual tetap; dibagi target menjadi proyeksi pencapaian.Rp90 jt ÷ 10 × 22 = Rp198 jt
Latih: Hari kerja berjalan dan run rateSkor pemasok = SUMPRODUCT(nilai, bobot)Nilai tiap kriteria dikali bobotnya lalu dijumlah; bobot berjumlah 100%.
Latih: Skor berbobot pemasok dengan SUMPRODUCTROAS impas = 1 ÷ rasio marjin kontribusiROAS terendah yang membuat laba setelah iklan nol.rasio 40% → ROAS impas 2,5
Latih: ROAS sasaran, MER, dan laba setelah iklanMER = omzet toko ÷ total biaya iklan semua platformEfisiensi iklan dari catatan toko sendiri, tidak terpengaruh pesanan yang diklaim dua platform.
Latih: ROAS sasaran, MER, dan laba setelah iklanOTIF = baris tepat waktu dan lengkap ÷ semua baris pesananTidak pernah lebih tinggi daripada tingkat tepat waktu maupun tingkat lengkap.
Latih: OTIF: tepat waktu dan lengkapKartu kanban = kebutuhan × alokasi × (lead time + hari pengaman) ÷ isi wadah + 1Ditambah satu untuk wadah yang sedang diisi ulang; dibulatkan ke atas.
Latih: Menghitung jumlah kartu kanbanPersentase hasil = berat bersih ÷ berat beli × 100Bagian bahan yang tersisa setelah dibersihkan; harga per kg bersih = harga beli ÷ persentase hasil.
Latih: Uji hasil: persentase hasil dan harga per kilogram bersihFood cost % = biaya bahan per porsi ÷ harga jualDibalik untuk harga jual: biaya ÷ food cost sasaran.Rp9.000 ÷ 30% = Rp30.000
Latih: Harga jual dari persentase biaya bahan (food cost %)Modal akhir = modal awal + setoran + laba − priveUang yang diambil pemilik untuk keperluan pribadi mengurangi modal usaha, bukan biaya.
Latih: Harta, utang, dan modalMargin of safety = (nilai taksiran − harga) ÷ nilai taksiranJarak antara nilai dan harga yang dibayar; dibagi nilai taksiran, bukan harga.
Latih: Margin of safety: jarak antara nilai dan hargaTawar Ackerman: 65% → 85% → 95% → 100% dari harga sasaranUrutan tawaran yang mengecil kenaikannya; tawaran terakhir berupa angka tidak bulat.
Latih: Tawar Ackerman: 65, 85, 95, 100 persenSLE = nilai aset × faktor paparan (AV × EF)Kerugian dari satu kali kejadian risiko.
Latih: Analisis kuantitatif: SLE, ARO, dan ALEALE = SLE × AROPerkiraan kerugian setahun: kerugian sekali kejadian dikali frekuensi kejadian per tahun.
Latih: Analisis kuantitatif: SLE, ARO, dan ALERPN = keparahan × kejadian × deteksi (S × O × D)Angka prioritas risiko FMEA untuk mengurutkan mode kegagalan yang ditangani dulu.
Latih: FMEA dan angka prioritas risiko (RPN)Antrean M/M/1: ρ = λ ÷ μ, L = ρ ÷ (1 − ρ)Utilisasi pelayan dan rata-rata jumlah pelanggan di sistem; antrean meledak saat ρ mendekati 1.
Latih: Antrean M/M/1: ρ, L, Lq, W, dan WqVelocity = story point yang selesai per sprintAturan 0%/100%: cerita yang belum selesai dihitung nol, bukan sebagian.
Latih: Story point, planning poker, dan velocityFEFO: lot dengan kedaluwarsa terdekat diambil lebih duluAturan memilih lot di gudang; FIFO memakai tanggal masuk, bukan tanggal kedaluwarsa.
Latih: FEFO dan FIFO: aturan memilih lotPiramida Carroll: ekonomi → hukum → etis → filantropisEmpat lapis tanggung jawab sosial perusahaan, dari yang wajib sampai yang diharapkan.
Latih: Piramida tanggung jawab sosial perusahaan
IFMemilih satu dari dua hasil: hasil pertama bila syaratnya benar, hasil kedua bila salah. Teks hasil wajib di dalam tanda kutip.=IF(B2>=70,"Lulus","Remedial")
Latih: Memilih hasil dengan IFIF bertingkatIF di dalam IF untuk tiga hasil atau lebih. Syarat diperiksa berurutan dan berhenti di syarat pertama yang benar.=IF(B2<=1,10000,IF(B2<=5,25000,60000))
Latih: IF bertingkat